Home Nasional Politik Pendidikan Ekonomi Olahraga Kesehatan Hiburan Hukum

Wawancara Eksklusif: Misi Besar SMKS Tigaraksa Selamatkan Generasi Bangsa dari Jerat Narkotika bersama GIRAB

Bangun
Redaktur Senin, 31 Agu 2026 - 21.09
Bagikan:
131 Dibaca
Wawancara Eksklusif: Misi Besar SMKS Tigaraksa Selamatkan Generasi Bangsa dari Jerat Narkotika bersama GIRAB

TANGERANG;,Jurnal-ankol.id  (31–8-2026) – SMKS Tigaraksa Kabupaten Tangerang secara resmi mendeklarasikan komitmen penuh dalam membangun zona sekolah bebas narkoba. Langkah strategis ini diambil guna menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, serta melindungi seluruh generasi muda dari ancaman nyata penyalahgunaan narkotika.

Dalam sesi wawancara mendalam bersama jurnalis ankol.id, Kepala SMKS Tigaraksa, Abu Suharbi, S.Kom., memaparkan secara gamblang situasi darurat narkoba yang mengintai dunia pendidikan saat ini.

"Narkoba saat ini sudah bukan lagi masalah yang jauh dari jangkauan kita. Ancamannya semakin nyata dan mengkhawatirkan, terutama bagi generasi muda yang masih rentan," ujar Abu Suharbi kepada ankol.id.

Beliau menjabarkan lebih lanjut faktor risiko psikologis anak didik serta modus operandi peredaran gelap yang semakin sulit dideteksi di lapangan. "Di usia sekolah menengah, siswa sedang dalam masa pencarian jati diri, mudah dipengaruhi lingkungan, dan terkadang kurang memahami dampak jangka panjang dari apa yang mereka konsumsi. Kita melihat penyebarannya tidak hanya lewat jalan yang sudah kita kenal, tapi juga semakin tersembunyi, bahkan menyamar dalam bentuk yang terlihat biasa saja. Ini menjadi peringatan keras bagi kami semua bahwa sekolah tidak boleh lengah sedetik pun," tegasnya.


Ketika ditanya mengenai hambatan dalam mengampanyekan gerakan ini, Abu Suharbi mengakui bahwa tantangan yang dihadapi pihak sekolah cukup beragam dan kompleks. Hambatan tersebut meliputi arus informasi media sosial hingga faktor eksternal di luar pagar sekolah.

"Yang utama adalah informasi yang simpang siur di media sosial yang kadang justru menyesatkan, membuat siswa salah paham. Lalu, ada juga keterbatasan pengawasan di luar jam sekolah karena pengaruh lingkungan pergaulan sangat kuat. Tidak semua keluarga memiliki pemahaman yang sama tentang bahaya narkoba, sehingga dukungan di rumah kadang belum sejalan dengan apa yang kami tanam di sekolah," jelas Abu Suharbi. Beliau menambahkan bahwa mengubah pola pikir tersebut membutuhkan waktu dan kesabaran ekstra, terlebih dalam banyak kasus, siswa sering kali menjadi korban dari tekanan lingkungan sekitar.


Merespons tantangan tersebut, Abu Suharbi menegaskan bahwa pihak sekolah tidak bisa berjalan sendiri. Ia mendesak adanya keterlibatan aktif dari ekosistem pelindung di sekitar anak, terutama orang tua dan warga masyarakat.

"Sekolah hanyalah satu pihak. Tanpa dukungan penuh orang tua, upaya kami akan terasa setengah hati. Kami mendesak para orang tua untuk lebih dekat dengan anak-anak mereka, mengenal siapa teman-temannya, mengetahui kegiatan sehari-hari, dan terbuka berbicara tentang bahaya narkoba di rumah," imbaunya. Ia juga berharap masyarakat sekitar bertindak sebagai mata dan telinga yang proaktif melaporkan hal mencurigakan. "Melawan narkoba bukan urusan sekolah saja, ini pertempuran seluruh elemen bangsa."

Di akhir wawancaranya, Kepala SMKS Tigaraksa memberikan pesan emosional sekaligus motivasi kuat yang ditujukan langsung kepada seluruh anak didiknya agar tidak merusak masa depan mereka demi kesenangan semu.

"Kepada anak-anakku sekalian: masa depan kalian masih sangat panjang dan cerah. Jangan pernah pertaruhkan impian kalian untuk sesuatu yang sesaat dan merusak. Narkoba tidak akan pernah memberikan solusi, ia hanya akan menambah masalah," pesannya tulus. Beliau mengingatkan siswa agar tidak ragu bercerita kepada guru jika menghadapi masalah di luar.


Menutup keterangannya, Abu Suharbi merefleksikan gerakan ini dengan perjalanan panjang yang telah dilalui institusinya. "Saya berharap kesadaran ini semakin meluas dan menyatu dalam setiap langkah kita. Enam tahun perjuangan GIRAB adalah bukti bahwa jika kita bersatu, kita mampu membuat perubahan. Mari kita lanjutkan perjuangan ini dengan semangat yang lebih tinggi. Jangan pernah lelah menjaga dan menyelamatkan generasi bangsa. Indonesia bebas narkoba bukan sekadar impian, itu harus menjadi kenyataan yang kita wujudkan bersama-sama mulai hari ini," pungkasnya.

***Tiem RED, jurnal-ankol.id***

 

Penilaian Pembaca
3.6
16 pembaca memberi penilaian

Bagaimana menurut Anda?
Terima kasih atas penilaian Anda
Lihat Semua Berita
Ad Space Available Pasang iklan Anda di sini
Ad Space Available Pasang iklan Anda di sini
Ad Space Available Pasang iklan Anda di sini
Berhasil
Rating berhasil dikirim.