Bocah Kelas 3 SD Tenggelam di Danau Bekas Galian Jatake, Ditemukan Setelah 26 Jam
jurnal -ankol.id;TANGERANG|| – Seorang bocah kelas 3 sekolah dasar (SD), Reyhan (9), ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di danau bekas galian pasir di wilayah RT 02/RW 02, Desa Jatake, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten.
Korban dilaporkan tenggelam pada Jumat sekitar pukul 12.00 WIB dan baru ditemukan pada Sabtu sekitar pukul 14.15 WIB. Proses pencarian berlangsung kurang lebih 26 jam.
Kepala Tim Regu Basarnas Jakarta, Rifan, mengatakan korban ditemukan sekitar dua meter dari titik awal korban dilaporkan tenggelam. Menurutnya, proses pencarian menghadapi kendala karena kedalaman danau yang lebih dari 20 meter. “Dalamnya lebih dari 20 meter, sehingga sedikit kesulitan untuk melakukan pencarian. Dari pagi kita melakukan penyelaman,” ujar Rifan.
Rifan menjelaskan, korban ditemukan setelah tim melakukan pencarian dan penyelaman sejak pagi. Saat ditemukan, korban dalam kondisi telah meninggal dunia dan berada di permukaan air.
Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Jatake, Pepen Apendi, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bermula ketika korban bersama dua orang temannya bermain dan memancing di pinggir danau bekas galian pasir yang berada di perbatasan Desa Jatake dengan Desa Malangnengah.
Saat sedang bermain, salah seorang teman korban terjatuh ke dalam danau. Melihat kejadian tersebut, korban berusaha menolong temannya. Namun, korban yang diduga tidak bisa berenang justru ikut tenggelam. “Korban dengan dua temannya bermain-main mancing di pinggir danau bekas galian pasir. Kemudian salah satu temannya terjatuh, korban mencoba menolong, tetapi akhirnya tenggelam,” kata Pepen.
Setelah menerima informasi dari warga, Pepen mengaku langsung menuju lokasi dan meminta bantuan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang. Penanganan kemudian dilanjutkan bersama tim Basarnas untuk melakukan pencarian terhadap korban.
Setelah korban ditemukan pada Sabtu sekitar pukul 14.15 WIB, jenazah langsung dibawa ke rumah duka atas permintaan keluarga. Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena lokasi danau bekas galian memiliki kedalaman lebih dari 20 meter, sehingga sangat berisiko bagi anak-anak yang bermain atau beraktivitas di sekitar tepian danau.
***Luky-Jurnal-ankol.id***